Home Artikel Mengapa Oli Matic Penting

Mengapa Oli Matic Penting

18351
3
SHARE

Anda sebaiknya selalu memantau kualitas dan volume oli matic? Harap tahu bahwa dalam transmisi otomatis mobil, oli matic (automatic transmission fluid/ATF) berperan utama dalam menyalurkan tenaga putar/torsi dan kecepatan putar mesin ke penggerak akhir, lalu ke roda.

Bila sampai terjadi gangguan atau masalah dalam sistem hidrolis, apakah itu terkait dengan masalah kualitas atau volume oli matic yang berdampak pada kualitas tekanan oli, penyaluran tenaga dan kecepatan putar mesin akan terganggu. Konsumsi BBM jadi boros, laju mobil tidak bisa optimal.

Oli matic berbeda dengan oli mesin. Cenderung lebih encer. Karenanya bisa saja bocor, merembes dari celah karet seal atau blok transmisi. Beban transmisi yang begitu berat karena bekerja non-stop setiap kali mobil berjalan, juga berpotensi memperpendek usia karet seal. Komponen transmisi yang berhubungan dengan karet seal seperti as (shaft), bushing atau blok mesin bisa saja aus, sehingga tercipta celah yang memungkinkan terjadinya rembesan oli matic.

Karena itu penting untuk selalu mengecek kualitas dan volume oli matic, agar perjalanan Anda selalu nyaman dan kerusakan lebih jauh pada transmisi otomatis mobil Anda bisa dihindari.

Di luar masalah kualitas dan volume oli matic, ada komponen lain yang juga bisa memengaruhi kinerja tekanan oli matic. Komponen itu antara lain pompa oli (oil pump), filter oli, valvebody lengkap dengan piston dan solenoid-nya, karet seal, juga sistem pengendali transmisi matic (Transmission Control Unit/TCU).

Untuk gangguan tekanan oli matic karena masalah buruknya kinerja komponen dalam unit transmisi matic, AT-CVT Diagnostic & Repair Specialist KOMPASMATIC.com akan membahasnya dalam kesempatan lain. Atau Anda bisa menghubungi saya, click CONTACT US. Khusus artikel kali ini, saya hanya akan fokus membahas masalah kualitas dan volume oli matic. Bagaimana cara mengetahui kualitas dan volume oli matic mobil kita dan apa solusinya?

Kualitas Oli Matic

Untuk tahu kualitas oli matic pada transmisi matic mobil Anda bagus atau tidak, mudah saja. Cukup dengan mencabut dipstick (batang pengukur) oli matic. Letaknya umumnya di sisi depan dari unit transmisi matic. Caranya cukup dengan menarik dipstick. Masing-masing mobil berbeda bentuk dipsticknya, ada yang panjang ada yang pendek. Untuk memastikan posisinya agar tidak bingung, ada baiknya lihat buku manual.

Setelah dipstick ditarik, oleskan ujung dipstick yang terdapat sisa oli pada telapak tangan/ujung jari Anda. Usahakan jangan mengoleskan pada tisu atau kain. Karena tisu dan kain bersifat menyerap air, jadi Anda akan kesulitan melihat kualitasnya. Setelah dioleskan ke tangan/ujung jari, lihat kondisi oli maticnya:

1. Apakah warna oli matic merah terang atau kehitaman, atau bahkan sudah berubah warna menjadi hitam kemerahan. Normalnya kualitas oli matic yang bagus berwarna merah terang. Warna merah digunakan untuk membedakan.oli matic dengan oli lainya seperti oli mesin, power steering dan oli rem.

Bila warna oli sudah berubah menjadi kehitaman, patut curiga kualitas oli matic mobil Anda sudah menurun. Mungkin masa pakainya sudah habis, atau mendekati habis. Mungkin juga karena terlalu lama oli matic tidak diganti. Atau, bisa saja kualitas kampas kopling buruk sehingga terjadi slip dan kampas terbakar, sehingga oli matic cepat kotor.

Kalau warna oli matic sudah berubah menjadi hitam kemerahan, sudah pasti kualitas oli matic sangat buruk. Tidak ada cara lain, segera ganti oli matic mobil Anda sebelum semuanya terlambat dan muncul masalah lebih serius. Bisa jadi ini pertanda awal masalah serius sedang terjadi dalam unit transmisi matic mobil Anda. Segera ganti oli. Kalau sudah diganti tetap saja warna oli cepat berubah hitam, konsultasikan ke teknisi mobil matic atau hubungi saya, click CONTACT US.

2. Lihat juga apakah pada oli matic-nya terdapat serbuk besi/aluminium halus, berwarna hitam atau keperakan? Kalau ada,seberapa banyak serbuk besi halus itu ada? Penting menjadi catatan, biasanya serbuk besi atau aluminium halus baru akan terlihat saat Anda melihat kualitas oli matic pada saat kondisi mesin hidup, atau dalam kondisi mesin mobil masih panas. Kalau saat mesin dingin, atau saat pagi hari besar kemungkinan serbuk halus itu sudah mengendap di dasar transmisi atau bak penampung oli, dan menempel pada magnet.

Bila Anda mendapati serbuk besi/aluminium halus pada oli matic, berhati-hatilah. Bisa jadi proses kehancuran komponen mobil matic Anda sedang berlangsung. Jangan dibiarkan kondisi itu terjadi, segera cari penyebabnya atau hubungi saya,  click CONTACT US.

Volume Oli Matic

Mengukur volume oli matic bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu pada saat kondisi mesin mobil panas atau saat dingin. Umumnya pada dipstick merujuk pada dua pilihan pengukuran, yaitu HOT atau COLD. Saya sendiri lebih merekomendasikan untuk mengukur ketinggian oli matic pada saat mesin panas, karena cenderung lebih akurat.

Mengapa? Karena transmisi otomatis bekerja dalam suhu kerja tertentu yang sudah ditetapkan oleh produsennya. Dengan kata lain transmisi otomatis bekerja pada kondisi suhu panas. Meskipun bukan berarti bahwa mengukur volume oli matic saat kondisi dingin tidak boleh. Bagaimana cara mengukurnya?

1. Posisikan Tuas Transmisi di N

Pada mobil matic yang gearbox-nya berbasis planetary gear set (AT/Step AT), umumnya ada komponen Torque Converter (TC) yang bekerja sebagai “kopling otomatis”. Agar TC bisa berfungsi layaknya “kopling otomatis” diperlukan oli bertekanan yang masuk dan memenuhi ruang TC untuk menggerakkan turbin. Turbin baru bisa berputar dengan optimal meneruskan tenaga dan kecepatan putar mesin kalau mendapat pasokan oli bertekanan yang cukup.

Dengan kata lain, perlu pasokan lebih banyak oli ke TC saat bekerja dibandingkan saat mesin diam, untuk mengisi ruang kosong TC. Pasokan oli diambil dari bak penampungan, yang diisap oleh pompa oli (oil pump) lalu diteruskan ke TC melalui valvebody sebagai pembagi oli bertekanan.

Karena oli diambil untuk mengisi TC, volume oli di bak penampungan akan berkurang. Kalau Anda mengukur saat mesin mobil mati, sudah pasti tidak akurat dan dipastikan defisit oli. Ini berbahaya, karena bisa merusak komponen transmisi.

Oli yang dipompa tidak hanya untuk keperluan TC, tapi juga untuk mendukung kerja servo, kopling, juga pelumasan. Pada saat tuas transmisi di posisi P, untuk sebagian jenis transmisi otomatis umumnya oli belum diteruskan di TC. Kebutuhan oli di TC berbeda-beda antara satu mobil dengan lainnya, tergantung besar kecilnya TC. Besar kecilnya TC juga sangat dipengaruhi oleh kapasitas mesin mobil itu sendiri.

Dengan memposisikan tuas di N, umumnya cara mengukur volume oli matic akan lebih akurat. Meski untuk beberapa jenis transmisi matic lain, juga sebagian transmisi matic jenis CVT (continuously variable transmission)-non TC, tidak harus di posisi N. Bisa saja di posisi P. Tapi untuk transmisi CVT yang dilengkapi TC, posisikan tuas di N.

2. Lihat Ketinggian Oli Matic di Dipstick

Setelah tuas di posisi N,cabut dipstick oli matic. Lihat ketinggiannya. Kalau mesin panas ketinggian oli matic di antara garis batas minimal dan maksimal dipstick yang ada tulisan HOT. Kalau mengukur saat kondisi dingin, pada batas minimal dan maksimal dipstick yang ada tulisan COLD. Bila kurang, segera ditambah. Bila kelebihan dari batas maksimum, harus segera dikurangi.

Volume oli yang kurang akan mengakibatkan pompa oli tidak bisa bekerja maksimal. Atau bisa jadi pasokan oli bertekanan ke salah satu atau beberapa komponen tidak cukup, sehingga kinerja salah satu atau beberapa komponen terganggu. Kinerja satu saja komponen yang terganggu mengakibatkan transmisi matic tidak bekerja dengan baik.

Bila volume oli terlalu banyak atau berlebih, apalagi kalau sampai merendam gearbox (planetary gear set) akan menimbulkan buih. Pembuihan dalam putaran tinggi berpotensi menghancurkan komponen transmisi otomatis.

Oli yang berbuih dan terisap oleh filter oli, mengakibatkan ruang kosong pada pompa oli. Ini berdampak pada kualitas tekanan oli, yang mengakibatkan terganggunya kinerja mobil matic.

Tidak susah menjaga kualitas dan volume oli matic. Karena peran oli sangat penting, jangan sekali-kali mengabaikannya. Kalau tidak ingin transmisi mobil matic Anda rusak sebelum waktunya.

“Enjoy with your matic car”

Follow Me @kompasmatic1

3 COMMENTS

  1. Terima kasih atas info nya, saya ingin bertanya :
    1. Berapa liter penggantian oli matik toyota soluna
    2. Apa boleh menukar merek oli matik yang kita pakai dengan merek lain
    3. Oli transmisi Merek apa yang cocok untuk toyota soluna
    Terima kasih sebelum nya

    • Pertanyaan anda no 3 mungkin bisa saya jawab karena saya pemakai Mobil matic juga honda city vtech 2004 lebih baik pake oli transmission matic merek pabrikan aja Toyota dan harus di beda kan kalo Mobil soluna anda pake ATF ya wajib pake ATF jangan CVTF OK…sharing aja honda city saya wajib pake oli matic CVTF dari Honda jangan merek lain berbahaya…thx.

  2. Sorry baru sempat balas.
    1. Kalau ngisi oli dari kosong kisaran 5 liter. tapi untuk pastinya diukur pakai deepstick.

    2. Boleh saja asal tingkat kekentalannya sama dan jenis olinya transmisi matic

    3. Maaf saya tidak berani bicara merk nanti dikira promosi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here